Palu, Tokoh masyarakat Sulawesi Tengah, Andi Ridwan Bataraguru, mengajak seluruh pihak untuk menyikapi secara bijaksana polemik yang muncul akibat kritik terhadap sejumlah kebijakan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Menurutnya, dinamika kritik dalam pemerintahan merupakan hal yang lumrah dalam sistem demokrasi dan harus dipandang sebagai bentuk perhatian masyarakat terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Andi Ridwan menegaskan bahwa kritik yang berkembang sebaiknya dijadikan bahan evaluasi dan motivasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
“Dalam demokrasi, kritik adalah hal biasa. Itu bagian dari perhatian masyarakat kepada pemimpinnya. Yang terpenting adalah bagaimana semua pihak menyikapinya dengan kepala dingin dan menjadikannya sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk menurunkan ego masing-masing dan menjadikan polemik yang terjadi sebagai pelajaran berharga dalam membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah dan publik.
Dalam keterangannya, Andi Ridwan menyebut beberapa kritik yang sebelumnya ia sampaikan telah mendapat respons dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Di antaranya penghentian pungutan dalam program “Subuh Berkah” pada sejumlah OPD, klarifikasi terkait kegiatan di Masjid Raya yang sebelumnya disebut sebagai retret ASN dan dijelaskan panitia sebagai kegiatan tabligh, penambahan pelayanan Poli RS Undata pada hari Sabtu, serta pertemuan antara Gubernur Sulawesi Tengah dengan DPD Gapensi terkait aspirasi kontraktor lokal.
Meski demikian, ia menilai persoalan dugaan “ijon proyek” masih belum memperoleh penjelasan atau klarifikasi yang memadai dari pihak terkait.
Andi Ridwan menegaskan dirinya akan terus mendorong terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Kota Palu. Ia mengaku siap memberikan imbauan kepada berbagai pihak agar tetap menjaga stabilitas daerah di tengah berkembangnya dinamika politik dan pemerintahan di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, perbedaan pandangan tidak boleh berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang dapat mengganggu persatuan masyarakat maupun jalannya pembangunan daerah.


إرسال تعليق